Makalah

Dr. Harianto GP, Th.M., M.Pd.K.
ALKITAB
Alkitab adalah nama kumpulan kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik, dan diakui sebagai Firman Allah oleh gereja Kristen . Istilah ini diambil dari kata Yunani “biblia” (jamak, buku-buku); dalam pengertian tunggal,maka artinya meliputi keseluruhan kumpulan kitab-kitab dan dipahami sebagai satu kitab saja. Pemakaian tertua dari kataYunani “biblia” atau lengkapnya “ta biblia” (buku-buku) dengan arti itu dipakai dalam 2 Clement 14:2 (kl. 150 M): “buku-buku dan para rasul menyatakan bahwa gereja … telah ada sejak mula pertama.”
baca lebih lanjut

Dwi Indarti, M. Th.
DOKTRIN TENTANG ALLAH

Pendahuluan

Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama, yaitu :
(1) ‘Theisme’ – Tuhan yang berpribadi (Yahudi, Kristen, Islam),
(2) ‘Monisme’ – Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad, Tao dan Kebatinan),
(3) Non-Theis – Tuhan yang ‘non-exist’ (Buddhisme), dan
(4) Demonisme – Tuhan Okultis (satanisme). Bisa juga dimasukkan ‘politheisme’ (Hindu-Veda) sebagai golongan ke-5.
baca lebih lanjut

Dr. Harianto GP, Th.M., M.Pd.K.

DARAH

Darah ditentukan dan disediakan Allah dalam kitab suci, sebab itu: (1) mengandung kuasa untuk mengadakan korban penenbusan, dan  (2) menjadi laknat bagi orang itu yang menumpahkannya dengan tidak senonoh (Kej 9:4; Ima 7:26; 17:11-13).

Pembalasan terhadap seorang pembunuh ialah menuntut darahnya (Bil 35:27; Ul 24:16). Seorang yang menumpahkan darah dengan tak disengaja boleh melarikan diri ke salah satu kota perlindungan yang telah tersedia (Bil 35:22-23; Ul 19:4-6).
baca lebih lanjut

Dr. Harianto GP, Th.M., M.Pd.K

Manusia Kristen

I. Manusia merupakan Gambar dan Rupa Allah

Dasar Alkitab: Kej 1:26-31;  Kej 2:7

I. Arti Gambar dan Rupa Allah

 

Kej 1: 26a “Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar [tselem: gambar, patung, model yang asli] dan rupa [demuth: salinan, tembusan yang asli] Kita …”

Dalam Kej 1:26-27, dijelaskan bahwa manusia diciptakan menurut “gambar” dan ”rupa” Allah. Kata “gambar” dan “rupa” tidak menunjukkan dua hal yang berbeda, tetapi mengandung kesamaan. Kesamaan ini menekankan akan kesamaan ilahi  — bukan kesamaan secara fisik — antara Allah dengan ciptaan-Nya, yaitu: manusia.  Tapi, karena manusia jatuh dalam dosa, maka kesamaan illahi ini rusak.

baca lebih lanjut